Kamis, 29 Januari 2009

Kritik Lagu PoPuler

Rekans tanpa kita sadari kita dibesarkan dengan lagu anak-anak populer yang ternyata justru mengandung kesalahan, mengajarkan kerancuan, dan menurunkan motivasi serta poin -poin minus-minus lainnya.
berikut kritik atas lagu-lagu anak-anak yg populer tersebut:

1. "Balonku ada 5... rupa-rupa warnanya...
merah, kuning, kelabu.. merah muda dan biru...
meletus balon hijau, dorrrr!!!"
Kritik:
Perhatikan warna-warna kelima balon tsb.,
kenapa tiba2 muncul warna hijau ? Jadi jumlah
balon sebenarnya ada 6, bukan 5 !

2. ""Aku seorang kapiten... mempunyai pedang
panjang... kalo berjalan prok..prok.. prok... aku
seorang kapiten!"
Kritik:
Perhatikan di bait pertama dia cerita tentang
pedangnya,
tapi di bait kedua dia cerita tentang sepatunya
(inkonsis- tensi). Harusnya dia tetap konsisten,
misal jika ingin cerita tentang sepatunya
seharusnya dia bernyanyi :
"mempunyai sepatu baja (bukan pedang
panjang)... kalo berjalan prok..prok.. prok.."
nah, itu baru klop! jika ingin cerita tentang
pedangnya, harusnya dia bernyanyi :
"mempunyai pedang panjang... kalo berjalan
ndul..gondal. .gandul.. atau srek.. srek.. srek.."
itu baru sesuai dg kondisi pedang panjangnya!

3. "Bangun tidur ku terus mandi.. tidak lupa
menggosok gigi.. habis mandi ku tolong ibu..
membersihkan tempat tidurku.."
Kritik:
Perhatikan setelah habis mandi langsung
membersihkan tempat tidur. Lagu ini membuat
anak-anak tidak bisa terprogram secara baik
dalam menyelesaikan tugasnya dan selalu terburu-
buru.
Sehabis mandi seharusnya si anak pakai baju
dulu dan tidak langsung membersihkan tempat
tidur dalam kondisi basah dan telanjang!

4. "Naik-naik ke puncak gunung.. tinggi.. tinggi
sekali.. kiri kanan kulihat saja.. banyak pohon
cemara.. 2X"

Kritik:
Lagu ini dapat membuat anak kecil kehilangan
konsen-trasi, semangat dan motivasi! Pada
awal lagu terkesan semangat akan mendaki
gunung yang tinggi tetapi kemudian ternyata
setelah melihat jalanan yg tajam mendaki lalu jadi
bingung dan gak tau mau ngapain, bisanya cuma
noleh ke kiri ke kanan aja, gak maju2! ngefek kn ma bangsa??

5. "Naik kereta api tut..tut..tut. . siapa hendak
turut ke Bandung.. Surabaya.. bolehlah naik
dengan naik percuma.. ayo kawanku lekas naik..
keretaku tak berhenti lama"
Kritik:
Nah, yg begini ini yg parah! mengajarkan anak-
anak kalo sudah dewasa maunya gratis melulu.
Pantesan PJKA rugi terus! terutama jalur
Jakarta-Bandung dan Jakarta-Surabaya!

6. "Di pucuk pohon cempaka.. burung kutilang
berbunyi.. bersiul2 sepanjang hari dg tak jemu2..
mengangguk2 sambil bernyanyi tri li
li..li..li.. li..li.."
Kritik:
Ini juga menyesatkan dan tidak mengajarkan
kepada anak2 akan realita yg sebenarnya.
Burung kutilang itu kalo nyanyi bunyinya
cuit..cuit.. cuit..!
kalo tri li li li li itu bunyi kalo yang nyanyi orang,
bukan burung!

7. "Pok ame ame.. belalang kupu2.. siang
makan nasi, kalo malam minum susu.."
Kritik:
Ini jelas lagu dewasa dan untuk konsumsi
anak2! karena yg disebutkan di atas itu adalah
kegiatan orang dewasa, bukan anak kecil. Kalo
anak kecil, karena belom boleh maem nasi, jadi
gak pagi gak malem ya minum susu!

8."nina bobo nina bobo oh
nina bobo kalau tidak bobo digigit nyamuk"
Kritik:
terkait ilmu psikolog, alangkah buruknya didikan anak2
indonesia mau tidur aj harus dgn lagu yg
"mengancam"

9."Bintang kecil dilangit yg biru..."

Kritik:
bintang kn adanya malem? lah kalo malem bukannya langit
warnyanya item?

10."Ibu kita Kartini...harum namanya".
Kritik:
Namanya Kartini atau Harum? plin plan..

11. "Pada hari minggu..naik delman istimewa
kududuk di muka".
Kritik:
ngajarin anak kecil jadi g sopan kan, tega2nya muka di dudukin

12."Cangkul-cangkul, cangkul yang dalam,
menanam jagung dikebun kita..."
Kritik:
kalo mau nanam jagung,ngapain dalam-dalam
emang mo bikin sumur? g efisien..

Selasa, 13 Januari 2009